Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran di Indonesia
Unknown
Apa itu Inflasi?
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus.
Komponen Inflasi
Ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi:
1. Kenaikan harga
Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi darpada harga periode sebelumnya.
2. Bersifat umum
Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga secara umum naik.
3. Berlangsung terus menerus
Kenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan memunculkan inflasi, jika terjadi sesaat, karena itu perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan.
Berdasarkan keparahannya Inflasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1) Merayap (Creeping Inflation)
Laju inflasi yang rendah (kurang dari 10% pertahun), kenaikan harga berjalan lambat dengan persentase yang kecil serta dalam jangka waktu yang relatif lama.
2) Inflasi menengah (Galloping Inflation)
Ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dan kadang-kadang berjalan dalam waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat akselerasi yang arrinya harga-harga minggu/bulan ini lebih tinggi dari minggu/bulan lalu dan seterusnya.
3) Inflasi Tinggi (Hyper Inflation)
Inflasi yang paling parah dengan dtandai dengan kenaikan harga sampai 5 atau 6 kali dan nilai uang merosot dengan tajam. Biasanya keadaan ini timbul apabila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja.
Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Lalu apa saja yang penyebab terjadinya pengangguran?
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam:
1. Pengangguran friksional (frictional unemployment) adalah pengangguran karena pekerja menunggu pekerjaan yang lebih baik.
2. Pengangguran struktural (Structural unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
3. Pengangguran teknologi (Technology unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan.
4. Pengangguran kiknikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun.
5. Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian dan perikanan. Contohnya adalah para petani dan nelayan.
6. Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran di saat pekerja yang hanya bekerja di bawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari).
7. Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya tetapi tidak menerima uang. Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa. Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus mengeluarkan uang atau biaya, misalnya harus membeli paket buku LKS atau membayar biaya kursus yang diselenggarakan oleh sekolahnya sendiri. Contoh lainnya adalah (misalnya) seorang pelatih pencak silat yang tidak meminta gaji dari organisasinya. Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.
8. Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan, karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan lapangan kerja.
9. Pengangguran unik adalah pekerja yang menerima gaji secara rutin tanpa pemotongan, tetapi di tempat kerjanya hanya sering diisi dengan bercerita sesama pekerja karena minimnya pekerjaan yang harus dikerjakan. Hal ini disebabkan karena tempat kerjanya kelebihan tenaga kerja. Pengecualian untuk pegawai atau petugas pemadam kebakaran atau penanggulangan bencana alam. Pegawai atau petugas seperti demikian tenaganya harus disimpan dan dipersiapkan secara khusus jika ada pelatihan atau simulasi atau harus diterjunkan pada situasi sebenarnya.
Hubungan Inflasi, Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi
Masalah kemiskinan adaiah salah satu masalah utama untuk sebagian besar negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai studi yang membahas tentang hal tersebut telah dilakukan oleh sejumlah ahli ekonomi. Salah satunya adalah Cutler dan Katz yang menganalisis tentang pengaruh dari variable-variabel ekonomi makro seperti inflasi, pengangguran dan variable-variabel demografis terhadap kemiskinan. Dalam
penelitiannya Cutler dan Katz menemukan bahwa pengangguran memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap tingkat kemiskinan, sementara inflasi memberikan pengaruh yang relatif kurang signifikan.
Dalam penelitian ini menganalisis pengaruh inflasi dan pengangguran terhadap kemiskinan di perkotaan Indonesia, dengan menggunakan dua jenis data yaitu data yang dipublikasikan oleh BPS dan data yang diolah oleh LPEM UI. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa inflasi dan pengangguran bersama-sama dengan variabel lain yaitu rasio antara garis kemiskinan dengan pendapatan rata-rata, tingkat kemiskinan periode sebelumnya, variable-variabel demografis serta rasio gini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan, baik terhadap head-count poverty, poverty gap maupun squared poverty gap. Secara lebih spesifik, pengangguran memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap tingkat kemiskinan sedangkan inflasi memperlihatkan pengaruh yang cenderung tidak konsisten dengan tingkat signifikansi yang lebih rendah. Jika menggunakan data BPS terlihat bahwa inflasi memberikan pengaruh yang cukup signifikan, tetapi bila menggunakan data alternatif terdapat kecenderungan inflasi memberikan pengaruh yang tidak signifikan.
Secara implisit juga memperlihatkan kompleksnya masalah kemiskinan di
Indonesia. Dengan demikian usaha untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia tidak dapat dilakukan hanya dengan satu jenis program tertentu saja, tetapi harus merupakan sejumlah program yang bersifat saling melengkapi dengan penekanan utama pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat termiskin, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan jauh di bawah garis kemiskinan.
Ada suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk tersebut.. Sebuah proses serupa akan diamati di seluruh perekonomian ketika pemerintah bermaksud untuk menciptakan pekerjaan. Harga produk atau jasa, di mana tenaga kerja terinstal, akan meningkat sehingga kenaikan tingkat inflasi akan terlihat melalui ekonomi luar.
Dapat disimpulkan dari penjelasan tersebut di atas bahwa ketika pemerintah berniat untuk menurunkan tingkat pengangguran yang harus menanggung kenaikan tingkat inflasi dalam perekonomian nasional.
Perbedaan antara inflasi dan pengangguran
Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.
Kedua telah dianalisis bersama-sama dengan kurva Phillips yang menunjukkan tingkat inflasi diplot terhadap tingkat pengangguran.
Sumber:
http://www.slideshare.net/Harits_Wiguna/pengaruh-inflasi-dan-pertumbuhan-ekonomi-terhadap-pengangguran-di-indonesia
http://syahrirmdn.blogspot.com/2015/03/inflasi-terhadap-pengangguran-di.html
6:09 AM
SET INSTRUKSI
Unknown
Set Instruksi
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Central
Processing Unit (CPU) adalah bagian dari komputer yang berupa perangkat keras
(hardware) yang merupakan pusat kendali dari sitem komputer dan mengkoordinasi
semua kegiataan yang ada. Agar semua berjalan dengan baik, maka harus ada
interaksi antara peralatan satu dengan yang lain agar setiap proses yang
dilakukan brainware dapat berjalan sesuai keinginan.
Awal
desain komputer, CU diimplementasikan sebagai adhoc logic yang susah untuk
didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang
disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol (control store). Beberapa word
dari microprogram dipilih oleh microsequencer dan bit yang datang dari word-
word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari
perangkat tersebut, termasuk diantaranya adalah register, ALU, register
instruksi, bus dan peralatan input dan output di luar chip. Pada komputer
modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing-masing, dengan
CU sebagai pemantaunya (supervisor), dan untuk mengetahui lebih lanjut, kami
akan membahasnya pada bab selanjutnya.
B.
Tujuan
Pembuatan
makalah ini untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Arsitektur dan Organisasi
Komputer yang di bimbing oleh Bapak Hengki Firdaus dan tujuan lainnya ialah untuk
menambah wawasan kami tentang dunia komputer, dan yang akan dibahas disini
ialah tentang Control Unit.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
KARAKTERISTIK
INSTRUKSI MESIN
Operasi dari CPU ditentukan oleh instruksi-instruksi yang dilaksanakan
atau dijalankannya. Instruksi ini sering disebut sebagai instruksi mesin (mechine
instructions) atau instruksi komputer (computer instructions).
Kumpulan dari instruksi-instruksi yang berbeda yang dapat dijalankan oleh
CPU disebut set Instruksi (Instruction Set).
Elemen-elemen
dari instruksi mesin (set instruksi) :
Operation Code (opcode) : menentukan operasi
yang akan dilaksanakan
Source Operand Reference :
merupakan input bagi operasi yang akan dilaksanakan
Result Operand Reference :
merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan
Next instruction Reference : memberitahu CPU
untuk mengambil (fetch) instruksi berikutnya setelah instruksi yang dijalankan
selesai.
Source dan result operands dapat berupa salah satu diantara tiga jenis berikut ini:
Main or Virtual Memory
CPU Register
I/O Device
Desain set instruksi
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang
melibatkan banyak aspek, diantaranya
adalah:
1. Kelengkapan set instruksi
2. Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3. Kompatibilitas :
- Source code compatibility
-
Object code Compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal
sebagai berikut:
1.
Operation Repertoire: Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan, dan
berapa sulit operasinya
2.
Data Types: tipe/jenis data yang dapat olah
Instruction Format: panjangnya, banyaknya
alamat, dsb.
3.
Register: Banyaknya register yang dapat digunakan
4.Addressing:
Mode pengalamatan untuk operand
2.
JENIS
– JENIS OPERAND
Addresses (akan dibahas pada addressing modes)
Numbers :
1.
Integer or fixed point
2.
Floating point
3.
Decimal (BCD)
Characters :
1.
ASCII
2.
EBCDIC
Logical Data : Bila data berbentuk binary: 0 dan
1
3.
JENIS – JENIS INSTRUKSI
1.
Data processing: Arithmetic dan Logic Instructions
2.
Data storage: Memory instructions
3.
Data Movement: I/O instructions
4.
Control: Test and branch instructions
Transfer Data
1)
Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
2)
Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling
atas daripada stack.
3)
Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
4)
Menetapkan mode pengalamatan.
Tindakan CPU untuk melakukan transfer data
adalah :
a.
Memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain.
b.
Apabila memori dilibatkan :
Menetapkan alamat memori.
Menjalankan transformasi alamat memori virtual ke alamat
memori aktual.
Mengawali pembacaan / penulisan memori
Operasi set instruksi untuk transfer data :
a.
MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan
b.
STORE : memindahkan word dari prosesor ke memori.
c.
LOAD : memindahkan word dari memori ke prosesor.
d.
EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan.
e.
CLEAR / RESET : memindahkan word 0 ke tujuan.
f.
SET : memindahkan word 1 ke tujuan.
g.
PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack.
h.
POP : memindahkan word dari bagian paling atas sumber
ARITHMETIC
Tindakan CPU untuk melakukan operasi arithmetic
:
1.
Transfer data sebelum atau sesudah.
2.
Melakukan fungsi dalam ALU.
3.
Menset kode-kode kondisi dan flag.
Operasi set instruksi untuk arithmetic :
1. ADD
: penjumlahan 5. ABSOLUTE
2.
SUBTRACT : pengurangan 6. NEGATIVE
3.
MULTIPLY : perkalian 7.
DECREMENT
4.
DIVIDE : pembagian 8. INCREMENT
Nomor
5 sampai 8 merupakan instruksi operand tunggal.
LOGICAL
Tindakan CPU sama dengan arithmetic
Operasi set instruksi untuk operasi logical :
1.
AND, OR, NOT, EXOR
2.
COMPARE : melakukan perbandingan logika.
3.
TEST : menguji kondisi tertentu.
4.
SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan
konstanta pada ujung bit.
5.
ROTATE : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan
ujung yang terjalin.
CONVERSI
Tindakan CPU sama dengan arithmetic dan logical.
Instruksi yang mengubah format instruksi yang
beroperasi terhadap format data.
Misalnya pengubahan bilangan desimal menjadi
bilangan biner.
Operasi set instruksi untuk conversi :
1.
TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian
memori berdasrkan tabel korespodensi.
2.
CONVERT : mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk
ke bentuk lainnya.
INPUT / OUPUT
Tindakan CPU untuk melakukan INPUT /OUTPUT :
1.
Apabila memory mapped I/O maka menentukan
alamat
memory mapped.
2.
Mengawali perintah ke modul I/O
Operasi set instruksi Input / Ouput :
1.
INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke
tujuan
2.
OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke
perangkat I/O
3.
START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk
mengawali operasi
I/O
4. TEST I/O :
memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan
TRANSFER CONTROL
Tindakan CPU untuk transfer control :
Mengupdate program counter untuk subrutin , call / return.
Operasi set instruksi untuk transfer control :
1.
JUMP (cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
2.
JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu dan memuat PC dengan alamat
tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
3.
JUMP SUBRUTIN : melompat ke alamat
tertentu.
4.
RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi
tertentu.
5.
EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai
instruksi
6. SKIP
: menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
7. SKIP
BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan
8. HALT
: menghentikan eksekusi program.
9. WAIT
(HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan
dipenuhi.
10. NO
OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.
CONTROL SYSTEM
Hanya dapat dieksekusi ketika prosesor berada
dalam keadaan khusus tertentu atau sedang
mengeksekusi suatu program yang berada dalam area khusus, biasanya digunakan dalam sistem operasi.
Contoh : membaca atau mengubah register kontrol.
4.
PENGALAMATAN
JUMLAH ALAMAT (NUMBER OF ADDRESSES)
Salah satu cara tradisional untuk menggambarkan
arsitektur prosessor adalah dengan melihat jumlah alamat yang terkandung dalam
setiap instruksinya.
1.
Empat Alamat ( dua operand, satu hasil, satu untuk alamat instruksi berikutnya)
2.
Tiga Alamat (dua operand, satu hasil)
3.
Dua Alamat (satu operand merangkap hasil, satunya lagi operand)
4.
Satu Alamat (menggunakan accumulator untuk menyimpan operand dan hasilnya)
ADDRESSING MODES
Jenis-jenis addressing modes (Teknik
Pengalama-tan) yang paling umum:
Immediate
Direct
Indirect
Register
Register Indirect
Displacement
Stack
Tabel Basic Addressing Modes
Mode
|
Algorithm
|
Principal Advantage
|
Principal Disadvantage
|
Immediate
|
Operand =
A
|
No memory
reference
|
Limited
operand magnitude
|
Direct
|
EA = A
|
Simple
|
Limited
address space
|
Indirect
|
EA = (A)
|
Large address space
|
Multiple
memory references
|
Register
|
EA = R
|
No memory
Reference
|
Limited
address space
|
Register
Indirect
|
EA = (R)
|
Large address space
|
Extra
memory reference
|
Displace-ment
|
EA=A+(R)
|
flexibility
|
Complexity
|
Stack
|
EA=top of
Stack
|
No memory
Reference
|
Limited
applicability
|
5.
FORMAT
INSTRUKSI
Suatu instruksi
terdiri dari beberapa field yang sesuai dengan elemen dalam instruksi
tersebut. Layout dari suatu instruksi sering disebut sebagai Format Instruksi (Instruction
Format).
Macam-macam
instruksi menurut jumlah operasi yang
dispesifikasikan
1.
O – Address Instruction
2.
1 – Addreess Instruction.
3.
N – Address Instruction
4.
M + N – Address Instruction
Macam-macam instruksi menurut sifat akses
terhadap memori atau register
1.
Memori To Register Instruction
2.
Memori To Memori Instruction
3. Register To Register Instruction
BAB II PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Jadi setiap instruksi harus terdiri dari informasi yang diperlukan oleh CPU untuk dieksekusi. Operasi itu dispesifilan oleh sebuah kode biner, dikenal sebagai kode operasi. Operasi dapat melibatkan satu atau lebih operand sumber, dengan kata lain, operand adalah input bagi operasi. Instruksi harus menspesifikan modul I/O dan perangkat yang diperlukan oleh operasi.
- Instruksi mesin (machine intruction) yang dieksekusi membentuk suatu operasi dan berbagai macam fungsi CPU.
- Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi CPU disebut set instruksi (istruction set) CPU.
- Karakteristik instruksi mesin, meliputi:
- Elemen-elemen instruksi
- Representasi instruksi
- Jenis-jenis instruksi
- Penggunaan alamat
- Rancangan set instruksi
Jadi setiap instruksi harus terdiri dari informasi yang diperlukan oleh CPU untuk dieksekusi. Operasi itu dispesifilan oleh sebuah kode biner, dikenal sebagai kode operasi. Operasi dapat melibatkan satu atau lebih operand sumber, dengan kata lain, operand adalah input bagi operasi. Instruksi harus menspesifikan modul I/O dan perangkat yang diperlukan oleh operasi.
- Instruksi mesin (machine intruction) yang dieksekusi membentuk suatu operasi dan berbagai macam fungsi CPU.
- Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi CPU disebut set instruksi (istruction set) CPU.
- Karakteristik instruksi mesin, meliputi:
- Elemen-elemen instruksi
- Representasi instruksi
- Jenis-jenis instruksi
- Penggunaan alamat
- Rancangan set instruksi
DAFTAR PUSTAKA
Referensi
5:25 PM
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



.png)
